fluoride dan manfaatnya

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

fluoride dan manfaatnya

Post  Admin on Fri May 21, 2010 9:09 pm

Definisi

Fluoride terdiri dari komponen organic dan inorganic yang mengandung elemen fluorine. Fluoride inorganic yang paling banyak tersedia di alam dan sangat berpengaruh pada kehidupan manusia. (www.greenfact.org/fluoride)

Manfaat Fluor

Fluor dari abad lalu sampai sekarang diyakini dan digunakan secara luas untuk pencegahan karies gigi, baik di negara maju maupun negara berkembang. Secara sistemik fluor efektif apabila diberikan pada saat pertumbuhan dan perkembangan gigi, mulai awal kehamilan (prenatal) maupun setelah kelahiran (postnatal). Pertumbuhan dan perkembangan gigi dimulai sejak awal kehamilan (prenatal) dan terus berlangsung setelah kelahiran (postnatal) yang sangat dipengaruhi adanya fluor. Fluor mampu menembus barrier plasenta sehingga penambahan fluor pada ibu hamil diharapkan dapat memperkecil jumlah karies gigi sulung anaknya. Apabila fluor diberikan pada trimester pertama kehamilan, maka akan terlihat efek pencegahan karies gigi sulung. Apabila pemberian fluor diberikan pada trimester ketiga, maka efeknya kurang begitu menonjol. Penelitian menunjukkan, pemberian tablet fluor pada ibu hamil dapat menurunkan karies sampai 97%. Sementara, asupan fluor (kebutuhannya 0,01 mg per kilogram bobot badan) dan kalsium yang cukup juga akan menjauhkan anak dari karies. Rata-rata fluor yang dibutuhkan agar bisa memberi efek yang optimal untuk pencegahan karies gigi adalah 0.05 mg/kg/hari. Apabila kadar flour air minum kurang dari 0.7 ppm, maka anak-anak perlu penambahan fluor.

Sumber Fluor

Fluor terdapat pada udara, air, tanah, tumbuhan dan hewan. Konsentrasi fluor di udara/atmosfer kurang dari 0,1 µg/m3 . Di air, terbanyak sebagai ion atau berikatan dengan aluminium. Konsentrasi fluor ini tergantung lokasinya. Air dipermukaan laut mengandung fluor 0,01-0,3mg/L. Air laut lebih banyak mengandung fluor daripada air tawar yaitu sebanyak 1,2-1,5 mg/L (www.greenfact.org/fluoride). Air minum, baik yang berasal dari air tanah, air PAM, dan air kemasan mempunyai kadar fluor yang sangat rendah (jauh di bawah 0,3 ppm). Air yang diperdagangkan sebagai air mineral atau air kemasan (lebih dari 12 merek dagang) telah diteliti, ternyata kadar fluoridanya rata-rata 0.07 ppm. Dengan meningkatnya penggunaan air kemasan untuk keperluan sehari-hari, maka perlu dipikirkan penambahan fluor secara sistematik untuk pencegahan karies (Anggara, 2003). Pada ASI, kandungan fluor lebih sedikit bila dibandingkan dengan susu formula yaitu mencapai 5-10 µg/L. Di tanah mengandung fluor sebanyak 20-1000 µg/g. Fluor disimpan pada lapisan tanah paling luar, tengah maupun dalam. Komponen yang paling penting untuk tumbuhan dan manusia adalah fluor yang soluble (www.greenfact.org/fluoride). Selain terdapat di air tanah, fluor juga terdapat pada sayur-sayuran, buah-buahan, minuman, ikan, daging dan lain-lainnya. Hampir semua makanan mengandung fluor, namun kadar fluor tertinggi adalah ikan teri, sawi, dan teh (Anggara, 2003). Produk-produk untuk kesehatan gigi sepeti pasta gigi dan mouthwash mengandung fluor. Pada pasta gigi untuk dewasa mengandung 1000-1500 µg/g, sedangkan pada anak-anak lebih rendah yaitu 250-500 µg/g. Mouth rinse mengandung 230-500 mg/L dan mouthwash 900-1000mg/L (www.greenfact.org/fluoride).


Patofisiologi Fluor Mencegah Caries Dentis

Pada gigi, fluor berperan merangsang pembentukan mineral kembali yang akan menghentikan proses terjadinya gigi berlubang akibat serangan asam hasil pemecahan gula dan karbohidrat oleh bakteri. www.indomedia.com/intisari/

Komposisi gigi terdiri dari email dan dentin. Struktur email sangat menentukan terhadap proses terjadinya karies. Susunan kimia kompleks dengan gugus kristal hidroksil apatit merupakan struktur terpenting email. Permukaan email luar lebih tahan terhadap karies dibandingkan lapisan di bawahnya, karena lebih keras dan padat. Ion kimia yang paling penting bagi hidroksil apatit adalah ion fluor. Dengan penambahan ion fluor, hidroksil apatit akan berubah menjadi fluor apatit, yang lebih tahan terhadap asam.

Fluor dapat menghambat pertumbuhan bahkan merusak mikroorganisme seperti Streptococcus mutans atau Lactobasilus yang merusak gigi. Mikroorganisme itu mensintesis sukrosa yang tersisa di gigi menjadi dekstran yang bersifat adesif sehingga melekat pada permukaan gigi dan membentuk plak. Mikroorganisme dalam plak akan memfermentasi berbagai jenis karbohidrat yang melekat di gigi membentuk asam hingga pH mulut turun dan terjadi proses dekalsifikasi.

Dekalsifikasi adalah melarutnya email oleh asam yang dihasilkan mikroorganisme plak. Reaksi pelarutan tersebut bisa berhenti bila tak ada asam yang dihasilkan atau berkurangnya mineral dalam saliva (air ludah). Bila seseorang banyak mengonsumsi makanan mengandung karbohidrat, maka mikroorganisme secara berulang akan menghasilkan asam tersebut.

Pemberian fluor pada gigi juga dapat dilakukan dengan cara berkumur-kumur. Dengan cara itu, fluor tidak melekat secara stabil pada permukaan email sehingga dengan mudah dicapai dan diserap mikroorganisme plak. Hal ini dapat mengganggu metabolisme mikroorganisme tersebut.

Fluor tersedia dalam bentuk fluorida, yang secara alamiah sudah tersedia dalam semua sumber air. Karena itu, pemberian makanan tambahan fluorida perlu hati-hati. Pemberian fluorida tak terkontrol justru dapat menyebabkan fluorosis (gigi tampak putih sekali).

Pencegahan Karies Gigi

Pencegahan Karies gigi bertujuan untuk mempertinggi taraf hidup dengan memperpanjang kegunaan gigi dalam mulut.

Pencegahan karies gigi dapat dibagi menjadi 2 bagian, yaitu; praerupsi dan pasca erupsi.

I. Tindakan Praerupsi

Tindakan ini ditujukan pada kesempurnaan struktur enamel dan dentin atau gigi pada umumnya. Seperti kita ketahui yang mempengaruhi pembentukan dan pertumbuhan gigi kecuali protein untuk pertumbuhan matriks gigi, juga terutama vitamin dan zat mineral yang mempengaruhi atau menentukan kekuatan dan kekerasan gigi. Vitamin dan mineral tersebut adalah :

Vitamin-vitamin : terutama A, C, D

Mineral : terutama Ca, P, Mg dan F

Oleh karena itu ibu-ibu yang hamil, sebelum terjadinya pengapuran pada gigi bayinya dapat diberikan makanan yang mengandung unsure-unsur yang dapat menguatkan email dan dentin. Calsium yang diminum dalam bentuk tablet pada ibu hamil ada baiknya asal sesuai dosis, karena kelebihan calsium akan menyebabkan kesukaran pada waktu melahirkan karena adanya pengapuran yang terlalu cepat dari tengkorak kepala bayi tersebut. Air minum yang mengandung fluor sangat penting diberikan juga pada ibu yang sedang hamil. Selain itu juga pemberian makanan yang mengandung fluor bagi anak-anak maupun ibu hamil misalnya: the, susu, sayur sawi, ikan-ikan laut terutama ikan teri dll.

Pada ibu yang sedang mengandung terdapat plasenta yang merupakan penghalang terhadap serangan penyakit ke fetus.. Sehingga juga menghalangi fluoride untuk masuk ke janin, namun tidak keseluruhan (semi). Hal ini menyebabkan kadar fluoride dalam tubuh fetus lebih rendah daripada kadar fluoride dalam tubuh ibu, sehingga dalam tubuh fetus tidak akan kelebihan fluor.

Anak yang lahir di daerah yang kadar fluor tinggi, kadar fluor di dalam gigi susu lebih rendah daripada gigi tetap.

II. Tindakan Pasca Erupsi

Pada dasarnya hamper sama dengan pencegahan praerupsi, hanya ditambah dengan :

- Kebersihan mulut dan gigi yang harus diperhatikan agar tetap sehat

- Pemeriksaan berkala tiap 6 bulan sekali ke dokter gigi

- makanan yang menguatkan gigi dan gusi

- Kesehatan badan

Metode yang digunakan untuk mengurangi aktivitas karies yaitu :

1. Pengaturan diet

Pada dasarnya karbohidrat dalam makanan merupakan substrat untuk bakteri, yang melalui proses sintesa akan dirubah menjadi asam dan polisakarida. Karbohidrat dengan molekul rendah seperti sakrose (gula bit, gula tebu, gula merah), glukosa, fruktosa, dan maltosa, akan segera diubah menjadi zat-zat yang merusak gigi. Karena itu frekuensi dan konsumsi makanan yang mengandung gula harus dikurangi, serta teratur membersihkan gigi setelah mengkonsumsinya.

Mengonsumsi xilitol dapat untuk menjaga kesehatan gigi. Berbeda dari sukrosa, xilitol juga berasa manis namun tidak dapat difermentasi bakteri. Sejumlah negara di Eropa sudah menjadikan xilitol sebagai pemanis dalam permen karet. Xilitol dapat diekstrak dari jagung atau buah stroberi yang harganya relatif mahal. Saat ini sedang diteliti pengaruh xilitol dalam mencegah karies gigi (www.kompas.com).

2. Plak control

Plak kontrol merupakan tindakan-tindakan pencegahan menumpulnya dental plak dan deposit-deposit lainnya pada permukaan gigi dan sekitarnya. Plak yang berkurang akan berpengaruh terhadap pengurangan keparahan kerusakan gigi, dan penyakit periodontal.

3. Penggunaan Fluor

Penggunaan fluor merupakan metode yang paling efektif untuk mencegah timbul dan berkembangnya karies gigi. Penggunaan fluor ini perlu didukung oleh sikap perorangan yang positi terhadap kesehatan giginya.

Fluor selain memiliki pengaruh pada gigi sebelum erupsi gigi (praerupsi), juga mempengaruhi gigi sesudah erupsi (pasca erupsi) . Pengaruh terbesar dari fluor dalam masa pasca erupsi terjadi pada tahun-tahun pertama, dan dalam tahun-tahun berikutnya pengaruh ini masih ada namun telah berkurang. Fluor juga menghambat kehidupan bakteri yang ada pada plak.

Cara penggunaan fluor dapat dibagi menjadi 2, yaitu : sistemik dan local.

1) Sistemik

Penggunaan fluor secara sistemik yaitu untuk gigi yang belum erupsi, dilakukan dengan beberapa cara, yaitu :

a. Fluoridasi air minum

Fluoridasi air minum adalah cara menambah konsentrasi fluor dalam air minum yaitu kira-kira 1 ppm sehingga dapat mencegah karies gigi tanpa menimbulkan mottled enamel.

Keuntungan fluoridasi air minum :

- Frekuensi karies menurun (60%)

-Kehilangan gigi molar 1 menurun (75%)

-Karies pada permukaan proksimal dari 4 gigi insisivus atas menurun (95%)

-Dijumpai individu yang bebas karies sebanyak 6x lipat

Selain fluoridasi yang dialakukan di sumber-sumber air minum penduduk, dapat pula dilakukan fluoridasi pada air minum di sekolah-sekolah terutama bila fluoridasi air minum penduduk secara keseluruhan tidak dapat dilakukan.

Disamping manfaat yang secara langsung ditujukan pada kondisi jaringan gigi, fluoridasi merupakan suatu tindakan yang sangat ekonomis,namun hanya dapat dijalankan pada tempat-tempat dimana terdapat persediaan air minum yang terorganisasi. Tanpa sarana ini maka fluoridasi tidak dapat diadakan dalam skala besar.

b. Fluoridasi garam dapur

Pada beberapa penelitian yang dialkuka terhadap garam dapur yang ditambahkan fluor yang bertujuan untuk menentukan kadar optimum fluor dalam garam dan berapa jumlah garam dapur yang harus dikonsumsi setaiap harinya untuk mencegah karies. Didapatkan hasil bahwa 1 kg garam dapur ditambahkan 200-300 mg fluor. Pemakaian rata-rata pada orang dewasa adalah 6 gram setiap hari. Metode ini tidak efektif karena pada tiap jenis makanan diperlukan jumlah garam yang bervariasi, dan perbedaan kesukaan orang.

1.

Fluoridasi air susu

Daya absorbsi badan terhadap fluor yang ada dalam air susu 10-15 % lebih rendah daripada yang diabsorbsi di air. Maka konsentrasi fluoride dalam air susu lebih tinggi daripada dalam air. Russof et al (1962) meneliti pemberian 1 mg fluor dalam susu, menunjukkan perbedaan nyata dari turunnya karies. Hal ini dilakukan pada 80 anak-anak sekolah yang minum susu dan ditambahkan fluor (setengah liter ditambah satu milligram fluor dalam bentuk NaF)

1.

Tablet atau tablet hisap fluor

Selain penggunaan fluoridasi air minum , pemakaian tablet fluor termasuk cara yang efektif, karena menghisap tablet fluor akan memberikan efek berganda secara local dan sistemik.

Tablet fluor yang sering dipakai terdiri dari senyawa Natrium Fluoride, dan mengandung 0,25 mg fluor pertablet. Pem akaian tablet fluor sangat bergantung pada motivasi dari orang tua untuk memberikan tablet fluor pada anaknya secara teratur.

Pemberian tablet fluor sebaiknya dilakukan sedini mungkin setelah anak lahir. Sebab telah diketahui bahwa fluor pada pembentukan matriks gigi tidak ada manfaatnya. Telah diketahui pula, saat janin masih dalam kandungan hanya sedikit fluor yang bias melalui plasenta.

Pemberian fluor dapat dimulai dalam periode enam bulan pertama sesudah lahir, yaitu pada periode menuyusui. Untuk mencegah terjadinya mottled pada gigi maka perlu diperhatikan bahwa pemberian tablet fluor pada anak-anak berusia <> 4 tahun maka dapat diberikan 1 tablet perhari, sesudah makan atau sebelum tidur malam, dan anak harus menggosok gigi sebelum pemberian tablet fluor.

Umur (thn)


Juml fluor(mg)


Juml tablet 0,25 mg F

0-1


0,25


1

2-3


0,50


2

4-5


0,75


3

>6


1,00


4

Dosis tablet fluor perhari

2. Lokal

a. Topikal aplikasi dengan larutan fluor

Yang dimaksud dengan aplikasi local adalah pengolesan langsung fluor yang pekat pada email. Setelah gigi dibersihkan dan dikeringkan (dengan semprotan udara), maka permukaan gigi dioles dengan larutan fluor, dan dibiarkan mengering (umumnya selama lima menit). Selama itu pula selama satu jam tidak boleh makan, minum atau berkumur.

Pemberian aplikasi sodium fluoride dilakukan sebanyak 4 x, diharapkan efek pencegahan karies gigi bertahan selam 3 tahun.

Perawatan dapat dimulai pada tiap umur, tetapi pemberian kembali harus pada umur-umur yang memberikan perlindungan terhadap erupsi gigi yang baru. Knutson menganjurkan bahwa pengulangan aplikasi dengan interval kira-kira 3 tahun agar disesuaikan dengan pola erupsi gigi anak-anak. Aplikasi yang pertama dapat dilakukan pada umur 3 tahun untuk melindungi gigi susu, kemudian umur 7 tahun untuk melindungi insisivus dan molar, pada umur 13 tahun untuk melindungi caninus dan premolar, dan saat umur 20 tahun untuk melindungi molar 2.

1.

Kumur dengan larutan yang mengandung fluor

Pemakaian fluor dalam nentuk larutan merupakan salah satu tindakan perlindungan pada karies yang baik, bila cara lain yang menggunakan fluor tidak dapat dijalankan atau bila konsentrasi fluor di dalam air stempat sangat rendah.

Zat yang sering digunakan adalah sodium fluoride, hal ini karena dapat disimpan dalam jangka waktu yang lebih lama, serta memiliki rasa yang cukup baik bagi pemakai.

1.

Menyikat gigi dengan pasta gigi

Untuk menghambat proses karies dapat dipakai pasta gigi yang mengandung fluoride, namun pada anak-anak pemekaian pasta gigi berfluoride tidaklah cukup untuk dapat mencegah karies gigi.

1.

Memoles gigi dengan pasta profilaksis yang mengandung fluor

Pasta-pasta profilaksis yang mengandung fluor biasanya mengandung 2% fluor

Admin
Admin

Jumlah posting: 2
Join date: 21.05.10

Lihat profil user http://dental-surgery.indonesianforum.net

Kembali Ke Atas Go down

Re: fluoride dan manfaatnya

Post  vania on Tue May 25, 2010 1:19 am

cekakakakakakak mboh kah harus tulis pa ku[img][/img][url][/url]

vania

Jumlah posting: 1
Join date: 25.05.10

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik